Erich Fromm, dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap arah masyarakat kapitalis dan pengaruhnya terhadap kajian massa rakyat. Perhatiannya dalam ilmu psikologi sosial membuahkan banyak karya yang menunjukkan pemikirannya yang kaya dan tajam. Bahkan bukan psikologi saja yang dibedah, tapi juga gagasan sosial-humanis. \(^0^)/
Dalam bukunya, The Art Of Loving, Fromm menjelaskan bahwa kebutuhan manusia yang paling dalam adalah kebutuhan untuk mengatasi keterpisahannya dan meninggalkan penjara kesendiriannya. Kegagalan untuk mengatasi keterpisahan ini yang akan menyebabkan gangguan kejiwaan. Lantas banyak cara yang kemudian dilakukan individu untuk mengatasi keterpisahannya dari individu lainnya. Dalam cinta, ada jawaban yang utuh yakni terletak pada pencapaian penyatuan antar pribadi dan peleburan dengan pribadi lain. Hasrat akan peleburan antar pribadi ini yang paling kuat pengaruhnya dalam diri manusia. Inilah kerinduan mendasar dan kekuatan yang menjaga manusia untuk selalu bersama
Menurut Fromm ada dua jenis cinta :
- Cinta penyatuan simbiosis. Disini cinta memiliki pola hubungan antara pasif dan aktif, dimana keduanya tidak dapat hidup tanpa yang lain. Bentuk pasif dari penyatuan simbiosis disebut sebagai ketertundukan (submission) atau dalam istilah klinis disebut sebagai Masokhisme. Pribadi yang Masokhisme keluar dari perasaan isolasi dan keterpisahan yang tak tertahankan dengan menjadikan dirinya bagian dan bingkisan pribadi lain yang mengatur, menuntun dan melindungi dirinya. Bentuk aktif dari penyatuan simbiosis disebut sebagai dominasi (domination), dalam klinis disebut sebagai sadisme. Pribadi yang sadistis ingin keluar dari kesendiriannya dengan membuat pribadi lain menjadi bagian dan bingkisan dirinya.
- Cinta yang dewasa. Ini merupakan penyatuan dalam kondisi tetap memelihara integritas dan individualitas seseorang. Cinta adalah kekuatan aktif dalam diri manusia, kekuatan yang dapat meruntuhkan tembok yang memisahkan manusia dari sesamanya, dan yang menyatukan dirinya dengan yang lain.
Tentu saja pilihan yang terbaik adalah cinta dewasa. Dalam jenis cinta dewasa, cinta menjadi kekuatan aktif dalam diri manusia, kekuatan yang meruntuhkan tembok yang memisahkan manusia dari sesamanya, yang menyatukan dirinya dengan yang lain; cinta membuat dirinya mengatasi perasaan isolasi dan keterpisahan, namun tetap memungkinkan dirinya menjadi dirinya sendiri, mempertahankan integritasnya.
Fromm memandang manusia sebagai makhluk yang sadar akan dirinya, mempunyai kesadaran tentang dirinya, sesama, masa lalu, kemungkinan masa depannya dan kesadaran akan eksistensinya sebagai sesuatu yang terpisah. Sadar akan keterpisahan ini merupakan faktor utama munculnya kegelisahan, kecemasan dan dapat menjadi pintu gerbang menuju gangguan kejiwaan. Dan dalam keterpisahan itu, hanya cinta yang dewasa yang mampu mengatasinya.
Karakter aktif dari cinta yang dewasa ditunjukkan dengan hasrat untuk lebih memberi daripada menerima. Memberi disini memiliki makna wujud paling nyata dari potensi diri. Dalam setiap tindakan memberi, individu akan merasakan kekuatan, kekayaan, dan kekuasaan atas dirinya. Maka memberi akan lebih membahagiakan daripada menerima. Maka manusia tidak akan memberi untuk menerima. Pada akhirnya memberi akan membuat orang lain menjadi pemberi. Karena cinta adalah kekuatan yang melahirkan cinta.
Unsur-unsur dasar dari cinta, menurut Fromm adalah :
- Perhatian (Care): Cinta adalah perhatian aktif pada kehidupan dan pertumbuhan dari apa yang kita cintai. Implikasi dari cinta yang berupa perhatian terlihat jelas dari perhatian tulus seorang ibu kepada anaknya.
- Tanggung Jawab (Responsibility): Tanggungjawab dalam arti sesungguhnya adalah suatu tindakan yang sepenuhnya bersifat sukarela. Bertanggungjawab berarti mampu dan siap menganggapi.
- Rasa Hormat (Respect): Rasa hormat bukan merupakan perasaan takut dan terpesona. Bila menelusuri dari akar katanya (respicere = melihat), rasa hormat merupakan kemampuan untuk melihat seseorang sebagaimana adanya, menyadari individualitasnya yang unik. Rasa hormat berarti kepedulian bahwa seseorang perlu tumbuh dan berkembang sebagaimana adanya
- Pengetahuan (Knowledge): Pengetahuan yang menjadi satu aspek dari cinta adalah pengetahuan yang tidak bersifat eksternal, tetapi menembus hingga ke intinya.
Perhatian, Tanggung Jawab, Rasa Hormat dan Pengetahuan mempunyai keterkaitan satu sama lain. Semuanya merupakan sindrom sikap yang terdapat dalam pribadi yang dewasa, yaitu dalam pribadi yang mengembangkan potensi dirinya secara produktif.



0 komentar:
Posting Komentar